Beranda BERITA KOMDA Apresiasi Pemuda Katolik Papua Tengah: Sikap Humanis Kapolres Nabire Jamin Ruang Demokrasi

Apresiasi Pemuda Katolik Papua Tengah: Sikap Humanis Kapolres Nabire Jamin Ruang Demokrasi

46
Pemuda Katolik Komda Papua Tengah saat bersalamam dengan Wapres Gibran - Dok

Nabire, PK Komda Papua Tengah| Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, beserta jajarannya. Penghargaan ini disampaikan menyusui sikap kepolisian yang dinilai terbuka, humanis, dan demokratis dalam menyikapi kegiatan nonton bareng (Nabar) film dokumenter Pesta Babi yang berlangsung di wilayah hukum Kabupaten Nabire.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Natan Tebai menilai, penegasan Kapolres Nabire yang menyatakan tidak melarang kegiatan tersebut selama berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum, merupakan bentuk komitmen nyata aparat dalam menjaga ruang demokrasi serta menghormati hak masyarakat untuk berekspresi dan berdiskusi secara damai.

Sikap tersebutnya, sebagai mencerminkan pendekatan kepolisian yang lebih persuasif, dialogis, dan mengedepankan nilai kemanusiaan di tengah kehidupan sosial masyarakat Papua yang majemuk.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Nabire beserta jajaran atas sikap profesional dan bijaksana dalam menjaga situasi keamanan, namun tetap memberikan ruang demokrasi kepada masyarakat. Ini merupakan langkah positif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ujarnya Sabtu (16/5/2026) pagi.

Dia menjelaskan, kegiatan pemutaran film bukan sekadar hiburan, melainkan juga berfungsi sebagai ruang refleksi sosial dan budaya. Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan nilai persaudaraan, perdamaian, dan penghormatan terhadap keberagaman. Oleh karena itu, dukungan terhadap kegiatan yang bersifat edukatif, budaya, dan diskusi publik menjadi bagian krusial dalam membangun masyarakat yang kritis, dewasa, dan tetap menjunjung tinggi persatuan.

Pemuda Katolik juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda di Papua Tengah, untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan saat mengikuti berbagai kegiatan publik. Diharapkan pula sinergi antara masyarakat sipil, tokoh agama, pemuda, dan aparat keamanan terus diperkuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, demokratis, dan bermartabat.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, mari kita jaga Papua Tengah tetap damai, terbuka, dan penuh persaudaraan,” tambahnya.

Kapolres Tatiratu : Tidak Ada Instruksi Pelarangan, Asal Tertib

Sebelumnya, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan instruksi ataupun kebijakan yang melarang atau memerintahkan pembubaran kegiatan pemutaran film Pesta Babi.

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan tindakan pembubaran atau penghalangan kegiatan tersebut oleh aparat keamanan.

Menurut AKBP Samuel, secara prinsip kepolisian tidak mempermasalahkan kegiatan apa pun yang dilakukan masyarakat, khususnya yang berlangsung di dalam ruangan atau lingkungan tertutup, selama pelaksanaannya berjalan tertib, tidak mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, serta tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Sepanjang kegiatan dilakukan dengan tertib, tidak mengganggu masyarakat sekitar, serta tidak menimbulkan gangguan kamtibmas, maka kegiatan tersebut tetap dapat berlangsung dan kami lindungi hak warga negara untuk berkegiatan,” tegas AKBP Samuel D. Tatiratu.