Beranda BERITA KOMDA BERITA DUKA: Warga Sipil dan Aparat Kampung Mbamogo Meninggal Dunia Usai Terkena...

BERITA DUKA: Warga Sipil dan Aparat Kampung Mbamogo Meninggal Dunia Usai Terkena Ledakan di Intan Jaya

61
Luter Nabelau saat berada di ruang jenasah RSUD Mimika, – Dok Untuk PK Komda Papua Tengah.

Nabire, PK Komda Papua Tengah | Kabar duka datang dari Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Seorang warga sipil sekaligus aparat kampung bernama Luter Nabelau dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat terkena ledakan di Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, pada Minggu pekan lalu. Korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SP1 Mimika, Senin (25/5/2026) malam ini.

Berdasarkan keterangan dari sumber di lokasi kejadian, peristiwa ledakan terjadi saat Luter Nabelau bersama rekannya berada di halaman Gereja Katolik Mbamogo. Menurut laporan yang diterima, ledakan berasal dari granat yang disebutkan diturunkan melalui drone yang dibawa helikopter milik TNI yang dijatuhkan melalui drone di halaman gereja di Papua terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 silam.

Peristiwa tersebut tepatnya berlangsung di halaman Gereja Stasi Santo Petrus Nabuni, Kampung Soali, Paroki Bilogai, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden ini mengakibatkan empat warga sipil terluka akibat terkena serpihan.

Saat kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dan dievakuasi ke RSUD Intan Jaya pada hari yang sama. Mengingat kondisi luka yang parah, korban bersama rekannya yang juga mengalami luka akibat peristiwa tersebut kemudian dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di rumah sakit di Timika.

Pihak yang menangani kasus menyatakan bahwa proses operasi medis yang dijalani korban berjalan dengan lancar, namun rencana Tuhan ternyata lain, dan korban akhirnya dipanggil untuk berpulang di tengah masa perawatan.
Luter Nabelau disebutkan sebagai warga asli setempat yang bekerja sebagai aparat kampung di wilayah Mbamogo dan merupakan warga sipil biasa yang tidak terlibat dalam kelompok bersenjata manapun.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah daerah terkait peristiwa ledakan dan korban jiwa yang terjadi di wilayah yang telah ditetapkan sebagai daerah darurat militer ini.

Kematian warga sipil ini kembali menyoroti situasi keamanan dan keamanan masyarakat di wilayah Intan Jaya, di mana seruan untuk menghentikan operasi militer terus bergema dari berbagai kalangan masyarakat.

Catatan Redaksi: Pihak berita masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan resmi dan informasi yang lebih lengkap mengenai peristiwa ini. [*]