
Nabire, PK Komda Papua Tengah | Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Nabire, Natalia Florentina Agapa, menegaskan pentingnya literasi digital bagi perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai ancaman di ruang maya.
Pernyataan itu disampaikan Natalia saat membuka Diskusi Literasi Digital Bagi Perempuan yang berlangsung di Ruang Studio Gereja Katolik KSK Bukit Meriam Nabire, Selasa (9/6/2026). Mengusung tema “Perempuan Cerdas Digital: Aman, Kreatif, dan Produktif di Era Teknologi”, kegiatan ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, Orang Muda Katolik (OMK) dari empat paroki, organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Natalia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kemajuan teknologi, masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat, memperluas jaringan pertemanan dan usaha, hingga meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan keluarga.
“Teknologi digital telah membuka banyak peluang bagi kita. Melalui teknologi, kita dapat mengakses informasi, membangun jaringan, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan keluarga,” ujarnya.

Namun demikian, Natalia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga menghadirkan beragam tantangan yang perlu diwaspadai, mulai dari penyebaran berita tidak benar atau hoaks, penipuan daring, gangguan keamanan data, hingga penyalahgunaan informasi pribadi.
“Karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan yang sangat penting. Kita harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan perempuan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara positif. Menurutnya, perempuan yang memiliki bekal literasi digital yang baik tidak hanya sanggup melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Perempuan yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik tidak hanya mampu menjaga dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi dalam keluarga dan masyarakat,” ungkap Natalia.
Lebih lanjut, ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang digital akan memberikan dampak yang luas bagi kemajuan pembangunan daerah.
“Kami percaya perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun generasi yang cerdas dan berkarakter. Ketika perempuan diberdayakan melalui pengetahuan dan keterampilan digital, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, bahkan bangsa,” tuturnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire Wenzist Johnny Jackson Lamere, SSTP; Penulis Sastra Papua sekaligus Guru SMAN 1 Dogiyai Bastian Tebai; Koordinator Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) Hengky Yeimo; serta pelaku usaha muda dari Nex Food Yance Kotouki. Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Theresia F. F. Tekege, seorang jurnalis muda asal Papua.
Natalia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan memperkuat semangat perempuan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan memperkuat semangat menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, moderator, panitia penyelenggara, pihak pendukung, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, panitia, sponsor, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga apa yang kita pelajari hari ini dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan kita masing-masing,” pungkas Agapa. [Yohanes Dogopia]
Pro Ecclesia Et Patria – Pro Bono Publico






