Salve….
Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi.
Kegiatan Nonton Bersama (NoSa) dan Diskusi, diselenggarakan YAPKEMA Papua bersama Pemuda Katolik Papua Tengah di Nabire, dengan dukungan dari berbagai komunitas seperti NadiPapua, Sasagu Papua, Kolektif Stereo, Laolao Papua, Green Papua, dan Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP).
Berlangsung di Aula Santo Yusuf Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam Nabire, Sabtu (16/5/2026), kegiatan ini dihadiri ratusan bahkan mencapai seribuan anak muda, mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum yang datang untuk nonton.
Dalam kegiatan ini, kami teguh menyuarakan: “Kami Orang Asli Papua tidak diam, karena Tanah Kami, Papua, Bukan Tanah Kosong.”
Di akhir acara, peserta juga berdoa bersama untuk masyarakat adat yang sedang berjuang mempertahankan TANAHNYA, dan untuk saudara-saudara pengungsi di berbagai wilayah Tanah Papua.
Di tengah kondisi Papua yang sedang menghadapi banyak ancaman, mulai dari perampasan tanah adat, kerusakan lingkungan, militerisme, sampai makin sempitnya ruang hidup Orang Asli Papua, kegiatan ini jadi tempat untuk ‘sama-sama baca situasi dan saling kasih semangat’, meminjam kata-kata Bapak Pendeta Benny Giyai.
Harapannya, NoSa Pesta Babi ini akan terus bergulir hingga ke pelosok Papua Tengah yang sulit dijangkau informasi. Dan kolaborasi seperti ini terus jalan, tidak berhenti di sini. Untuk melawan musuh yang besar, persatuan adalah pintu, kolaborasi dan solidaritas menjadi jalannya.
‘
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton atas kesadarannya menjaga situasi aman dan terkendali selama jalannya Nobar.
Terima Kasih juga kepada Kapolres Nabire, AKBP Tamuel D. Tatiratu atas arahannya. Pastor Paroki KSK, Romo Yohanes Adrianto, SJ serta Ketua Dewan Paroki, Yohan Renyaan dan segenap umat yang mendukung terselenggaranya Nobar ini.
Tuhan memberkati kita semua…







