Nabire, PK Komda Papua Tengah | Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Rengah, menyambut baik rencana kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, ke Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Deiyai pada 7–8 September 2026. Namun, pihaknya menyampaikan sejumlah catatan penting agar kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan membawa dampak nyata bagi masyarakat kedua kabupaten tersebut.
Sekretaris PK Komda Papua Tengah, Natan Tebai, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur ke wilayah tersebut bukan sekadar datang berkunjung, melainkan harus memberikan kontribusi solutif atas persoalan yang selama ini menjadi beban masyarakat di lapangan.
“Pada intinya, Pemuda Katolik mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai. Namun kami juga memberi beberapa catatan. Pertama, kunjungan Gubernur jangan hanya datang seperti turis, jalan-jalan sebatas formalitas. Beliau harus memberikan kontribusi nyata, karena tempat yang dikunjungi adalah tempat di mana suara rakyat berada,” ujar Natan Tebai saat dihubungi, Sabtu (6/9/2026).
Catatan kedua yang disampaikan Pemuda Katolik adalah persoalan tapal batas wilayah yang masih menjadi konflik berlarut-larut di wilayah tersebut, khususnya antara Kapiraya, Deiyai, dan Dogiyai dan Mimika. Natan menegaskan, Gubernur harus hadir dengan pernyataan dan sikap yang tegas terkait persoalan tersebut.
“Kedua, wilayah yang dikunjungi itu ada masalah di sana, terutama tapal batas antara Kapiraya, Deiyai, dan Dogiyai. Kehadiran Pak Gubernur ke Dogiyai harus memberikan pernyataan yang tegas terhadap tapal batas. Sikap beliau ada di mana? Kami minta Pak Gubernur harus jelas menyikapi persoalan tapal batas itu,” tegasnya.
Selain itu, Tebai juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menyusun program dan kebijakan khusus yang menjawab kebutuhan spesifik masyarakat Dogiyai dan Deiyai, mengingat karakteristik wilayah dan tantangan pembangunan yang berbeda dengan daerah lainnya.
“Selanjutnya, harus ada program khusus untuk Deiyai dan Dogiyai dari Bapak Gubernur. Harus ada kebijakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi di sana. Jangan sampai kunjungan hanya menjadi seremonial tanpa ada tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.
Natan berharap kunjungan kerja Gubernur ke dua kabupaten tersebut menjadi momentum untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, menyelesaikan persoalan yang mendesak, dan membuka jalan bagi percepatan pembangunan yang adil dan merata di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Kami berharap kunjungan ini benar-benar bermanfaat dan membawa solusi bagi masyarakat. Bukan sekadar datang, lalu pergi tanpa hasil yang dapat dirasakan rakyat,” pungkasnya. [*]









