Beranda BERITA KOMDA Aksi 1000 Lilin, Pemuda Katolik Serukan Damai dan Lindungi Warga Sipil

Aksi 1000 Lilin, Pemuda Katolik Serukan Damai dan Lindungi Warga Sipil

140
Aksi 1000 lilin usai misa pembukaan Rakerda ke-I Komda Papua Tengah di Kapela SMA YPPK Adhi LOuhur Nabire. Kamis (23/4/2026), – Kalawai/Abraham Agapa.

“Lindungi rakyat sipil di Tanah Papua. Mari tolak kekerasan dan bukalah ruang dialog untuk masa depan yang lebih bermartabat”

Nabire, Komda Papua Tengah |  Ratusan lilin dinyalakan di halaman Kapela SMA Adhi Luhur, Nabire, Kamis (23/4/2026). Aksi bertajuk “Papua Berdarah” ini digelar oleh Pemuda Katolik Komisariat Daerah (PK KOMDA) Papua Tengah sebagai rangkaian dari Rakerda-1, 23 – 24 April 2026, sebagai wujud duka, doa, dan refleksi kemanusiaan atas situasi di Puncak, Intan Jaya, dan Dogiyai dan beberapa wilayah lainnya di Tanah Papua.

sebelum menyalahkan lilin, kegiatan diawali dengan misa pembukaan Rakerda ke-1 dipimpin oleh Pastor Paroki KSK Nabire, Romo Yohanes Adrianto, SJ.

Ketua Panitia, Hendrikus Yeimo, menegaskan bahwa aksi ini bukan upaya provokasi, melainkan panggilan moral untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang mulai terabaikan.

“Lilin-lilin ini simbol duka dan harapan kami. Selama puluhan tahun, masyarakat Papua—anak-anak, ibu-ibu, tenaga kesehatan, dan guru—terus menjadi korban dalam situasi yang tidak kunjung selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 21 April 2026, pihaknya juga telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ada tiga poin utama yang didesakkan:

  1. Penarikan Militer Non-Organik: Dinilai memperparah konflik dan meningkatkan jumlah korban sipil.
  2. Dialog Damai: Dianggap sebagai jalan keluar paling bermartabat dan berkelanjutan.
  3. Pemulihan Trauma: Perhatian serius terhadap warga yang mengalami trauma akibat konflik berkepanjangan.

Yeimo, menyoroti dampak nyata di lapangan. Banyak anak kehilangan akses sekolah, masyarakat hidup dalam ketakutan, serta kebutuhan dasar sulit terpenuhi.

“Dalam situasi yang tidak aman, pembangunan tidak akan pernah berjalan dengan baik. Perdamaian bukan sekadar harapan, tapi sebuah keharusan,” tegasnya.

Melalui aksi ini, Pemuda Katolik menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan keadilan dan perlindungan hak asasi manusia, sejalan dengan ajaran gereja yang selalu mengutamakan kedamaian.

“Lindungi rakyat sipil di Tanah Papua. Mari tolak kekerasan dan bukalah ruang dialog untuk masa depan yang lebih bermartabat,” pungkasnya. [*]