Beranda KOMCAB DEIYAI PK Komcab Deiyai Apresiasi Komitmen Gubernur dan Bupati Selesaikan Tapal Batas Adat...

PK Komcab Deiyai Apresiasi Komitmen Gubernur dan Bupati Selesaikan Tapal Batas Adat Kapiraya

6
Alex Giyai (Tengah) dalam penyerahan surat tugas dari Kretua PK Komda Papua Tengah, Tino Mote – Istimewa.
Alex Giyai (Tengah) dalam penyerahan surat tugas dari Kretua PK Komda Papua Tengah, Tino Mote – Istimewa.

Deiyai, PK Komda Papua Tengah | Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Deiyai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Bupati Deiyai Melkianus Mote atas komitmen untuk menyelesaikan persoalan tapal batas adat di Kapiraya.

Komitmen tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat adat yang selama ini menantikan adanya kepastian mengenai persoalan batas wilayah adat di Kapiraya antara Suku Mee dan Suku Kamoro.

Pemuda Katolik Komcab Deiyai memberikan penghargaan kepada Gubernur Meki Nawipa dan Bupati Melkianus Mote yang telah menunjukkan perhatian terhadap persoalan tersebut.

“Kami berharap komitmen dan janji yang telah disampaikan dapat segera diterjemahkan dalam langkah konkret, terukur, transparan, dan melibatkan masyarakat adat sebelum Desember berakhir,” ujar Plt. Pemuda Katolik Komcab Deiyai, Alex Giyai, Kamis (10/9/2026).

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Bupati Deiyai Melkianus Mote. Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan tapal batas adat Kapiraya merupakan harapan baru bagi masyarakat. Kini kami menunggu langkah nyata dan proses penyelesaiannya bersama Pemerintah Timika maupun Pemerintah Dogiyai,” tambahnya.

Alex, juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Kapiraya harus dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta prinsip keadilan dan perdamaian.

“Kami percaya bahwa pemerintah yang hadir bukan hanya pemerintah yang membangun jalan, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga pemerintah yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar rakyat dan memberikan kepastian atas hak masyarakat adat,” tegasnya.

Pemuda Katolik Komcab Deiyai memandang bahwa penyelesaian tapal batas adat Kapiraya harus menjadi agenda bersama untuk mencegah persoalan tersebut diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)