Beranda BERITA KOMDA Sekretaris Pemuda Katolik Papua Tengah: Nadi Papua Harus Konsisten Hadirkan Berita Berbasis...

Sekretaris Pemuda Katolik Papua Tengah: Nadi Papua Harus Konsisten Hadirkan Berita Berbasis Data

80

NABIRE, PK KOMDA PAPUA TENGAH — Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Tengah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pertama kepada media Nadi Papua yang genap berusia satu tahun pada 20 September 2026.

Ia berharap perjalanan satu tahun Nadi Papua menjadi momentum untuk memperkuat kualitas jurnalistik, manajemen internal, jangkauan pemberitaan, serta keberpihakan media terhadap kepentingan publik, terutama masyarakat yang selama ini berada di wilayah terisolasi, tidak bersuara, dan terpinggirkan.

“Selamat ulang tahun yang pertama untuk Nadi Papua. Semoga semakin kuat, konsisten dan tetap menjadi media yang menghadirkan informasi bagi masyarakat Papua,” katanya.

Menurutnya, salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat Nadi Papua adalah pemberitaan yang berbasis data dan fakta. Ia menilai media tidak cukup hanya menyampaikan peristiwa dalam bentuk berita pendek maupun panjang, tetapi perlu memperkaya pemberitaan dengan data yang akurat serta melihat persoalan dari berbagai aspek.

“Nadi harus terus mengabarkan berita berbasis data dan fakta. Berita tidak hanya berhenti pada opini, tetapi harus didukung data yang akurat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia mengatakan, tantangan tersebut menjadi penting karena masyarakat membutuhkan media yang mampu menjelaskan persoalan secara lebih mendalam, termasuk menghadirkan berbagai perspektif dari pihak-pihak yang berkaitan dengan sebuah peristiwa.

Perkuat Manajemen dan SDM

Selain kualitas pemberitaan, ia mendorong Nadi Papua memperkuat manajemen internal, terutama pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, meskipun Nadi Papua masih tergolong media baru dan belum memiliki kekuatan finansial yang besar, kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghambat untuk membangun organisasi media yang lebih tertata.

“Walaupun masih baru dan belum kuat secara finansial, Nadi perlu memperkuat manajemen internal, terutama personalia. SDM harus terus ditambah dan dikembangkan sehingga Nadi tidak hanya kuat di satu daerah, tetapi bisa berkembang ke beberapa daerah bahkan wilayah,” ujarnya.

Ia menilai, pengembangan tersebut perlu disiapkan melalui peta jalan atau road map yang jelas. Dengan demikian, perkembangan Nadi Papua tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi memiliki arah kelembagaan hingga 2031 dan tahun-tahun berikutnya.

“Harus ada grand design Nadi Papua, sebuah Nadi Road Map 2031 dan bahkan lebih dari itu. Dengan perencanaan yang jelas, pengembangan SDM, jaringan dan wilayah kerja dapat dilakukan secara bertahap,” katanya.

Tetap Kritis dan Berdialektika

Ia juga berharap Nadi Papua mempertahankan karakter sebagai media yang kritis dan mampu berdialektika dengan berbagai kepentingan dalam masyarakat.

Menurutnya, fungsi media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan kepentingan masyarakat dengan pemerintah, penguasa, maupun kelompok-kelompok lain yang memiliki kewenangan dan kepentingan publik.

“Nadi harus tetap menjadi media kritis yang berdialektika. Artinya, Nadi harus mampu menghubungkan kepentingan umum, yaitu masyarakat, dengan para pihak, baik pemerintah, penguasa maupun kelompok lainnya yang berkompeten,” katanya.

Ia menilai sikap kritis media perlu tetap disertai kerja jurnalistik yang profesional, berbasis fakta, memberikan ruang konfirmasi dan menghadirkan informasi secara berimbang.

Menjadi Pusat Informasi dari Suara yang Terpinggirkan

Lebih jauh, ia berharap Nadi Papua benar-benar dapat menjalankan cita-citanya sebagai pusat informasi yang menghadirkan suara masyarakat dari berbagai pelosok Tanah Papua.

“Harapan saya, Nadi benar-benar menjadi ‘nadi’ dari segala informasi. Informasi dari masyarakat yang terisolasi, masyarakat yang tidak memiliki ruang untuk bersuara, dan mereka yang selama ini terpinggirkan harus mendapatkan tempat,” katanya.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok yang jarang mendapat ruang pemberitaan merupakan bagian penting dari fungsi pers dalam kehidupan demokrasi. Media harus mampu membawa persoalan dari kampung, pedalaman, masyarakat adat, kelompok rentan, hingga komunitas yang aksesnya terhadap informasi dan ruang publik masih terbatas.

“Jangan hanya memberitakan mereka yang memiliki kekuasaan dan akses. Nadi harus terus mencari dan menghadirkan suara masyarakat yang berada di akar rumput,” ujarnya.

Ia berharap memasuki tahun kedua, Nadi Papua dapat semakin matang secara jurnalistik dan kelembagaan, tanpa kehilangan karakter sebagai media yang dekat dengan masyarakat.

“Selamat ulang tahun pertama Nadi Papua. Teruslah bertumbuh, menjaga independensi, memperkuat kualitas jurnalistik dan tetap hadir untuk kepentingan masyarakat Papua,” katanya.

Pro Ecclesia Et Patria.