Nabire, PK KOMDA PAPUA TENGAH — Forum Pegiat Literasi Papua Tengah (FPL PPT) mengapresiasi Yayasan Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) atas penyelenggaraan lomba pidato bagi pelajar. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan di depan publik.
Perwakilan Forum Pegiat Literasi Papua Tengah, Alex Giyai, mengatakan lomba pidato tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga sarana pendidikan yang membantu pelajar mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menyusun argumentasi.
“Lomba pidato pelajar bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar membaca, menulis, berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur di hadapan publik,” kata Alex di Nabire, Kamis (22/10/2026).
Menurut Alex, literasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami persoalan, mengolah pengetahuan, menyampaikan pendapat, serta mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat.
“Pelajar Papua perlu mendapat ruang untuk menyampaikan pemikiran tentang masa depan daerahnya. Melalui kegiatan pidato, pelajar dapat belajar membangun kepercayaan diri, menghargai perbedaan pendapat, dan mempertanggungjawabkan gagasan dengan argumentasi yang baiK,” tuturnya.
Alex berharap kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah, guru, komunitas literasi, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan.
“Budaya literasi perlu tumbuh tidak hanya di sekolah, tetapi juga di keluarga, gereja, kampung, dan ruang-ruang publik. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak sangat penting,” tuturnya.
FPL PPT juga mendorong agar lomba pidato pelajar mengangkat tema-tema kontekstual yang dekat dengan kehidupan generasi muda Papua, seperti bahasa, budaya, sejarah, cerita rakyat, persoalan sosial, dan cita-cita pembangunan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya mampu berbicara di depan umum, tetapi juga memahami identitas dan realitas kehidupan masyarakatnya.
Alex mengapresiasi inisiatif YAPKEMA dan berharap kegiatan itu menjadi bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan untuk melahirkan generasi Papua yang kritis, percaya diri, dan berani menyampaikan gagasan demi masa depan Papua Tengah, pungkasnya.(*)








